Artikel

Tenun Ikat Astika: Menenun Tradisi, Memintal Asa

21 Agustus 2025 13:01:04  Administrator  243 Kali Dibaca  Berita Desa

Bali adalah salah satu warisan budaya yang sangat penting Kain Endek dan khas dari Pulau Dewata Bali. Kain tenun tradisional ini telah dikenal dan diproduksi oleh masyarakat Bali sejak abad ke-16, dengan akar kata “endek” yang berasal dari bahasa Bali yaitu “gendekan” atau “ngendek” yang berarti diam atau tidak berubah warnanya setelah pengikatan dan pencelupan Kain Endek Bali bukan hanya sebuah produk tekstil biasa, melainkan juga warisan budaya yang hidup di tangan para

pengrajin. Salah satu pengrajin yang berperan penting dalam pelestarian kain Endek adalah I Nyoman Dharma, yang dikenal pula sebagai Jro Mangku Dharma. Dalam wawancara yang dilakukan pada 22 Juli 2025, beliau berbagi kisah dan proses pembuatan kain Endek di Desa Sulang, Klungkung.

Pada era 1990-an hingga 2000-an, usaha tenun Endek yang dikelola oleh keluarga Dharma telah berkembang pesat hingga mempekerjakan sekitar 100 karyawan. Produksi ini menjadi napas penggerak ekonomi lokal sekaligus menjaga seni tenun tradisional agar tidak punah oleh kemajuan zaman. Keberadaan sekitar 100 karyawan yang sebagian besar adalah pengrajin lokal membuktikan bahwa tradisi membuat kain Endek tetap hidup dan berkembang. Di tengah persaingan mode modern, kain Endek dari Sulang menjaga ciri khas Bali melalui motif dan proses tenun yang tetap mempertahankan nilai asli. Pengrajin seperti I Nyoman Dharma bukan hanya sebagai pelestari seni tenun, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif Bali, yang mampu menjawab kebutuhan pasar tanpa menghilangkan nilai budaya.

Pembuatan kain Endek melalui tahapan kompleks yang awalnya terdiri dari 14 proses, yang kemudian disederhanakan menjadi 12 tahapan utama. Salah satu bahan utama adalah benang lusi berkualitas 80/2, yang dicelupkan ke dalam pewarna alami menggunakan metode tradisional ulak kreret. Tahapan pengebumaman lusi dan nyucuk (memasukkan benang ke serat tugu dan ke guum) dilakukan dengan teliti dan membutuhkan dua orang pengerjaan selama satu hari penuh untuk menyelesaikannya.Tahapan lain seperti ngulak, mempen, mendesain (mebed), mencelup, memotong tali, nyatti, nyepih, dan ngeliying menjadi bagian esensial dalam menghasilkan motif kain yang indah dan bermakna. Motif Endek sendiri sangat fleksibel, bergantung pada permintaan pembeli dan tren pasar, menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Pengaduan Online

 Statistik

 Sinergi Program

Prodeskel Pajak Online

 Pemerintah Desa

 Media Sosial

 Arsip Artikel

07 Agustus 2018 | 6.372 Kali
Sejarah Desa Sulang
26 Oktober 2019 | 4.167 Kali
SUSUNAN PENGURUS TIM PENGGERAK PKK DESA SULANG
26 Oktober 2019 | 4.143 Kali
GAMBARAN UMUM DESA SULANG
22 April 2020 | 3.712 Kali
Peletakan batu pertama pada kegiatan pembangunan gedung TOSS
07 April 2019 | 2.092 Kali
Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik
13 Desember 2021 | 1.689 Kali
RAPAT PEMBAHASAN RANCANGAN APBDes TA 2022
06 Agustus 2018 | 1.562 Kali
Visi dan Misi Desa Sulang
22 April 2022 | 348 Kali
POSYANDU DSN SULANG
18 Oktober 2023 | 188 Kali
POSYANDU BALITA DAN LANSIA DI MBANJAR GEROMBONG
22 Juni 2018 | 485 Kali
Desa Mandiri Desa Membangun
02 Februari 2023 | 223 Kali
GERTAK PSN DUSUN SULANG
08 Oktober 2021 | 424 Kali
POS YANDU MINCIDAN
31 Desember 2022 | 246 Kali
POSYANDU BALITA DAN LANSIA
25 Agustus 2023 | 173 Kali
PEMERIKSAAN JENTIK BERKALA DI DUSUN GEROMBONG

 Agenda

Belum ada agenda

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:337
    Kemarin:1.503
    Total Pengunjung:176.997
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:216.73.216.111
    Browser:Mozilla 5.0

 Komentar

 Peta Wilayah Desa