Sejarah Kain Endek Desa Sulang

  • 19 Oktober 2016
  • Dibaca: 659 Pengunjung
Sejarah Kain Endek Desa Sulang

Kain endek mulai berkembang sejak abad XVIII.Meskipun kain endek telah ada sejak abad XVIII akan tetapi endek mulai berkembang pesat di Desa Sulang setelah masa kemerdekaan.

Keragaman Motif yang dihasilkan lebih banyak menggambarkan flora, fauna, dan tokoh pewayangan yang sering muncul dalam mitologi-mitologi cerita Bali. Motif tersebut memberikan ciri khas tersendiri pada kain endek dibandingkan dengan motif-motif kain pada umumnya.dari nuansa alam, kreasi batik, kreasi warna yag dipadu padankan yang menghasilkan motif bermutu tinggi, sehingga dari waktu kewaktu kain endek selalu menjadi pilihan khususnya Kain Endek desa Sulang.

 Namun Pada tahun 1996-2006, kain endek sempat mengalami penurunan akibat dari banyaknya persaingan produksi kain sejenis buatan pabrik yang mulai masuk ke pasaran. Pada tahun 2007-2012 juga mengalami penurunan. Fluktuasi penurunan sangat dirasakan pada tahun 2008-2010. Hal tersebut disebabkan bahan baku yang sulit didapat, harga bahan baku benang yang mahal, dan kualitas produksi yang tidak sesuai dengan standar produksi kain endek.

Namun, pada tahun 2011 kain endek mulai berkembang kembali akibat  dari bahan baku yang murah serta berkembangnya berbagai macam motif kain endek yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu pula banyak perusahaan atau instansi menggunakan kain endek sebagai pakaian atau seragam kantor dan anak sekolah.

Kain Endek sudah mulai diminati sebagai bahan baku pembuatan busana. Hal ini menjadi salah satu meningkatnya hasil prodak setiap usaha khususnya di daerah Sulang yang beralamat di Kebupaten Klungkung, Provinsi Bali.

Salah satu penghasil Kerajinan Tenun Ikat yaitu Kain Endek adalah usaha rumahan yang diberi nama Endek Gurita desa Sulang. Di Daerah Bali, Klungkung pada khususnya kain Endek Gurita sudah populer bagi pencintanya. Kualitasnya yang sangat baik dan motifnya yang beraneka ragam membuat pencinta kain Endek Gurita semakin bertambah.

Di Bali pada umumnya Kain Endek dipakai sebagai kamen sebagai atribut  busana ke Pura, Namun Kain Endek yang sekarang sudah semakin populer membuat para pengusaha tekstil berlomba-lomba menghasilkan prodak berkualitas seperti Fashion, tas,busana, topi, dompet, sepatu dan lain sebagainya.

Pesatnya perkembangan kain tenun ikat khas Bali menjadi tantangan besar bagi masyarakat Bali untuk menjaga kelestariannya. Masyarakat Bali juga harus ajeg, tetap memperhatikan aturan penggunaan kain tersebut. Terutama untuk motif-motif kain endek yang disakralkan, jangan sampai digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Hal tersebut akan merusak nilai sakral dan budaya dari kain endek itu sendiri.

Kain endek sudah mulai banyak digunakan masyarakat Bali. Meskipun demikian motif-motif sakral tetap dipertahankan dan tidak digunakan secara sembarangan. Umumnya kain ini digunakan untuk kegiatan upacara, kegiatan sembahyang ke pura, ataupun digunakan sebagai busana modern layaknya baju atau celana yang dapat digunakan semua kalangan.

  • 19 Oktober 2016
  • Dibaca: 659 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita